Chapter 56

1592 Kata

“Tuh, bener ‘kan, Pa,” rengut Pingkan pada suaminya yang sedang menyetir mobil mereka menembus malam, menuju polsek tempat Samuel dan Laura ditahan. “Untung kita masih di Jakarta, bisa cepet ngedatangin. Makanya tu anak kudu dinikahin secepatnya. Harusnya dari kemaren-kemaren, kek. Ini apes sempet kejadian kek gini ‘kan Laura sendiri yang malu. Mana karier dia jadi taruhan. Laura tu bikin masalah aja bisanya.” “Ya udah lah, Mam, jangan disewotin lagi, dia pasti sedang pusing ini Lauranya. Untung cowoknya Samuel yang kita kenal. Kalo laki-laki lain mah, Papah ya cemas juga sih.” Dedi bicara tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. Pria paruh baya itu mendesah panjang, lalu berkata lagi pada istrinya. “Telepon gih temen Mamah yang EO itu, atur secepatnya acara nikahan buat Laura dan Samue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN