Chapter 55

1481 Kata

Beberapa pria berjalan dari arah ladang pertanian sambil membawa payung karena hujan masih belum reda. Di belakang mereka ada beberapa ibu-ibu yang membawa keranjang seperti perbekalan makan siang mereka. Para penduduk itu baru saja selesai bertani dan pekerjaan mereka terhenti akibat hujan lebat. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang saja karena langit pun mulai berubah senja. “Eh, capek nih kakiku. Istirahat dulu yok di pondok,” ajak salah satu pria yang menggendong cangkul di bahunya. “Boleh lah, Man. Aku juga pegel dari tadi berdiri mulu. Sekalian mau ngerokok dulu lah. Kayaknya belom sah hari ini kalo gak ngerokok,” pria bernama Sutarno itu membalasnya. “Oke deh kita ke pondok. Eh, ibu-ibu mau ikut juga?” Parman menoleh ke belakang. “Iya aku ikut. Aku juga capek. Lagian mana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN