Suara air hujan dan angin dingin yang menerpa pondok kecil di tengah hutan membuat mata kedua sejoli itu mulai mengantuk. Memang hujan itu diidentikkan dengan tidur, tidak salah sama sekali. Sam dan Laura yang duduk berangkulan seperti itu pun tanpa sadar mulai bersandar di dinding anyaman yang tidak terlalu keras. Ditambah dengan angin yang masuk dari celah-celah anyaman dan meniup punggung mereka semakin membuat keduanya meringkuk lebih dekat. Sam yang tidak memakai atasan pun sedikit kedinginan. Pasalnya, daster dan rambut Laura yang basah menempel pada kulitnya. Ia terkadang bergidik kedinginan beberapa kali sehingga Laura yang mengantuk mulai menyadari sentakan-sentakan kecil itu. “Sayang? Kamu kedinginan juga?” tanya Laura menolehkan kepalanya ke arah Sam yang berusaha menahan

