Helina hanya mampu tersenyum kecil melihat Bu Ani yang aktif selalu mendandani putri kecil nya dengan sangat bersemangat, Helina menatap kedua manik mata milik sang putri yang sesekali membuka mata nya menatap Helina yang kini sedang memberikan Asi sang bayi. Helina tersenyum kecil untuk pertama kali nya sejak kematian Aksa Helina baru bisa merasa bahagia setelah menatap sang buah hati hasil cinta antara Aksa dengan Helina yang kini sedang berusaha untuk membuka kedua matanya agar terbiasa dan dapat melihat indahnya dunia ini berserta orang-orang baik yang akan selalu bersama dengannya kelak. Tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu kamar membuat Helina dan Bu Ani segera mengalihkan pandangan mereka berdua menatap ke arah sosok Ayah Gio yang kini sedang berada di ambang pintu itu. "Ani, kem

