Bahagia Setelah Berpisah 34. ** Saat Ambar membuka pintu, netra nya membulat melihat aku dan beberapa orang sudah ada diambang pintunya. "Mbak, Yuni!" katanya dengan heran, diperhatikannya aku dalam-dalam selanjutnya netranya teralih ke beberapa orang yang ikut bersamaku. Aku membawa asisten pengacara ku berjumlah dua orang serta Wira, Sigit dan Rosita ikut serta. "Siapa, Mbar?" Suara Bu Rowina terdengar. Dia berjalan dengan gontai ke depan pintu. Setelah sampai dia juga tak kalah kaget melihat aku datang ke rumahnya. "Yuni!" "Apa kami boleh masuk?" tanya ku sambil melipat kedua tanganku. "Apa mau kamu ke sini?" tanya Ibu heran, di perhatikan nya beberapa orang yang datang bersamaku. "Mau membicarakan perceraian," kataku dengan santai sambil mengelus kuku ku yang baru saja k

