Bahagia Setelah Berpisah 85. ** Bu Rowina memukul mukul kursi rodanya dengan tangan kirinya karena tangan kanan gak bisa digerakkan. Ting! Ting! Suara nya semakin nyaring saja. Yuni merasa tak enak, apakah karena kedatangannya Bu Rowina menjadi seperti ini. "Mpok Hindun! Mpok ... Ibu tuh berisik!" Ambar dengan malas ke luar karena mendengar suara ketukan pukulan Ibu dengan sendok yang sudah biasa. Dia memanggil pengasuh Ibunya yang kebetulan sedang keluar karena membeli sesuatu. Begitu sampai di depan. Dia melihat Yuni dan para asisten sudah datang ke sini bersama Hamdan juga. "Ngapain kamu ke sini, Mbak?" tanya Ambar ketus ke Yuni. "Aku mau jenguk Bu Rowina. Bagaimana kondisinya?" "Halah, bilang aja kamu ke sini mau menertawakan nasib keluargaku. Menertawakan Mas Hamdan, Ibu

