"Aw! Mata polos aku ternodai," pekik seseorang melihat adegan di depannya. Bu Juwita datang tergopoh-gopoh dari dapur. Mata beliau juga membulat menyaksikan pipi anaknya di cium sang calon menantu. "Hallo, Aunty," sapa Anne santai. Bu Juwita tidak menjawab sapaan Anne. Beliau masih fokus melihat adegan di depannya. Sayang tadi beliau tidak mengabadikan momen itu. Aw, ya ampun ... kayanya beliau harus cepat-cepat nikahkan Aden dengan calon menantu cantiknya. Linzi melepaskan diri setelah terdiam beberapa saat. Sementara Aden masih tidak percaya, ini serius dia di cium lagi sama pujaan hati walaupun di pipi dan catat ya, CATAT! Tidak sengaja tapi ini sudah rezeki nomplok bagi Aden, pastinya. "Mommy...," lirih Linzi sembari menundukkan kepalanya malu. Bahkan dia memilin dress-nya kare

