Kemarin malam adalah malam yang sangat indah. Begitulah kata Hayden Abimana. Ya iya dong, indah. Setelah sekian lama ingin merasakan bibir tipis milik sang pujaan hati, akhirnya telah kesampaian juga. Rasanya benar-benar membuatnya mabuk kepayang. Manis dan lembut. Seperti itu yang menggambarkan bibir tipis pujaan hatinya. Aden tidak menyangka kemarin malam, mencium bibir tipis yang sudah menjadi candunya itu. Dan Aden juga tidak menyangka kalau sang pujaan hati menerima, meskipun tidak membalas ciumannya. Ciuman itu membuat Aden tidur sangat nyenyak. Bagi Aden, ciuman nona-nya seperti obat tidur dengan dosis tinggi. Untung saja dia tidak mati suri karena ciuman itu. Berbeda dengan Aden. Linzi justru tidak bisa tidur. Dia masih tidak percaya kalau mereka tadi berciuman. Bahkan Anne ya

