Setelah satu bulan mengalami fase yang sangat melelahkan, fase menahan nafsu dan bersabar. Aldo kembali di hadapkan dengan Arin yang sedari tadi mengocehinya hanya karena ia meletakkan tas kantornya diatas ranjang mereka. "Kamu ini gimana sih, masak ngeletakin tas di sini. Apa masih perlu aku ajarin, hah?" omel Arin sambil menunjuk tas yang ada diatas ranjang itu dengan tatapan tepat ke Aldo. Pria itu menghela nafas berat, padahal biasanya Arin yang menyimpankannya, Arin yang membukakan dasinya dan memasangkannya setiap kali ia pulang ataupun berangkat ke kantor. Wanita memenuhi segala keperluannya tanpa diminta. Tapi sejak kehadiran si kembar, Arsenio dan Aldan. Arin malah sering memarahinya, menegurnya dan jarang memperhatikannya. Ingin merutuki kehadiran anaknya tapi itu hasil perbua

