Aldo mengecup kening istrinya dengan air mata yang membasahi pipinya. Ia menghapus cepat, menggantinya dengan sebuah senyuman. Ia tak bisa membiarkan istrinya menangis haru sendirian karena dirinya juga merasakan hal yang sama. Arin pun sama dengan Aldo, air mata sudah membingkai wajahnya. Tak terkira betapa bahagianya ia dan Aldo. Hanya saja kebahagiaannya ini tak bisa hanya digambarkan dengan sebuah senyuman. "Kamu berhasil sayang.. Kamu berhasil" ujar Aldo dengan mantap memuji perjuangan istrinya yang ia tau sangat sulit, namun wanita itu mampu melakukannya demi anak-anak mereka. Aldo bahkan tak henti-hentinya mencium wajah istrinya dengan penuh ucapan syukur kepada Yang Maha Kuasa karena memberikan pada mereka anugerah yang tak terkira. Dua putranya selamat tiba di dunia dan menghir

