85

2032 Kata

Devan kembali kembali ke apartemennya dengan perasaan bahagia bukan hanya bahagia saja, tapi sangat bahagia. Akhirnya dia bisa bermesraan kembali dengan Selena walau hanya ciuman saja itu sudah lebih dari cukup. Ciuman yang sangat dia rindukan dan terganggu oleh kehadiran Sean yang tiba - tiba muncul. "Yaa ampun Lena. Kamu membuatku ga bisa tidur nih," ujar Devan dengan gelisah. "Kenapa juga aku tadi nolak untuk menginap di rumah Selena. Kalau tadi aku ga nolak pasti menginap di rumah Lena dan aku bisa main maju mundur loh, aduh bodoh banget sih aku ini. Kenapa aku ga ambil kesempatan padahal ini 'kan kesempatan yang baik banget, ibaratnya golden time. Aduh bego bin t***l deh aku ini," ucap Devan dengan sangat menyesal tak menggunakan kesempatan tidur di rumah Selena. "Nah, 'kan aku jad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN