Pangeran Pecinta Seni

1217 Kata

Sarah tertawa kecil. Lalu ia menatap pria itu kembali dengan mata memicing. “Kau serius tidak bisa melakukannya?” Di kursi belakang, Grace hanya bisa menyaksikan kejadian itu dengan frustasi. Karena kakinya masih terbalut gips, ia ditempatkan di kursi penumpang belakang, sementara Adro menempati kursi penumpang depan di samping Sarah. Sebelumnya, Adro kesulitan membuka pintu mobil dan memasang seatbelt. Dan tentu saja, hal itu membuat Sarah heran setengah mati hingga berpikir bahwa Adro hanya bercanda. “Adro itu… berasal dari sebuah desa yang sangat teramat terpencil, Sarah. Ia hampir tidak pernah menaiki mobil pribadi, jadi… kau tahu...” Grace berusaha menjelaskan. Sarah hanya menarik napas dalam seraya menggeleng pelan. Ia masih tidak percaya ada orang se-primitif Adro di dunia ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN