Grace tersenyum seraya memutar roda kursinya untuk menghampiri Adro. Ia mendongakkan kepalanya untuk menatap lukisan yang hampir setiap hari ia lihat tanpa merasa bosan. “Bagaimana pendapatmu tentang lukisan ini?” Tanya Grace. “Aku menyukainya. Wajah ketiga wanita itu memiliki ekspresi yang berbeda. Posisi tubuh masing-masing dari mereka seakan memberikan sebuah arti mendalam. Latar lukisan ini juga sangat dramatis dengan warna suramnya. Lukisan ini membuatku penasaran dengan arti sesungguhnya yang ia miliki,” Tutur Adro. Senyum Grace merekah semakin lebar. Ia menatap sisi wajah Adro dengan kedua mata berbinar-binar. Itu adalah ungkapan terindah yang pernah Grace terima atas hasil karya seninya. “Apakah aku boleh bertanya sesuatu?” Tanya Grace. Adro menoleh pada gadis itu dan mengangg

