Kecewa

1396 Kata

Adro membuka pintu besar mansion itu. Sinar matahari menembus lubang-lubang di atap dan jendela-jendela besarnya hingga menerangi setiap ruangan di dalamnya. “Hati-hati,” Ucap Adro seraya menuntun Grace masuk. “Ini adalah ke dua kalinya aku datang ke sini, dan aku semakin menyadari betapa indahnya mansion ini,” Gumam Grace seraya menatap luas ke sekeliling. “Di kerajaanku, mansion seperti ini biasanya dimiliki oleh saudagar kaya atau mantan bangsawan,” Ucap Adro. “Mantan bangsawan?” Ulang Grace. “Bangsawan yang statusnya dicopot karena suatu kejahatan atau karena menikah dengan rakyat biasa,” Jelas Adro. “Oh, aku pernah mendengar tentang itu,” Sahut Grace dengan gumaman. Kemudian ia menoleh pada sebuah pintu terbuka. Itu adalah dirinya dan Adro yang saat itu membukanya dan tidak menu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN