Lunar mendorong kepalanya menjauh dari d**a yang bidang. Dia langsung bertemu tatap dengan mata Arkan. Suasana sangat aneh baginya yang baru saja bangun. Cahaya di kamar sudah mulai tampak, lalu bagaimana Arkan masih berbaring di sampingnya? "Kau tidak pergi bekerja?" "Bagaimana aku bisa pergi bekerja jika kau memelukku dengan erat? Dan kau memintaku untuk tetap tinggal." "Ah, maafkan aku. Mungkin, tadi malam aku mengigau." Arkan hanya diam saja memperhatikan ekspresi yang berubah murung. Sepertinya, telah terjadi sesuatu sampai membuat Lunar tidak bersemangat sama sekali sejak kemarin. Kalau alasannya karena dia dan Raya, tidak mungkin Lunar memintanya untuk tetap tinggal. Seperti biasa pasti akan menjauh darinya. "Apa Nico berbuat sesuatu padamu?" Lunar mengernyitkan dahi dan kalau

