"Arkan, kenapa kau tidur di sofa? Bangunlah dan pindah ke ranjang. Tubuhmu akan sakit jika berbaring di sini." Arkan tidak membuka matanya meskipun tubuhnya sudah diguncang. Dia memilih untuk tetap berbicara sambil memejamkan mata. "Apa kau baru saja kembali?" "Ya. Aku harus pergi menemui kakakku." "Bersama Nico?" tanya Arkan, akhirnya membuka mata, melirik pada Lunar yang berjongkok di sampingnya. "Sekretaris Ham memberitahukannya padamu?" Lunar menggaruk kepala yang tidak gatal dengan ekspresi canggung. "Apa itu sesuatu yang tidak boleh aku tahu?" Lunar bangkit dari sana dengan yakin. "Aku sangat lelah hari ini. Sebaiknya kita bicara lagi besok. Apa kau akan tetap tidur di sofa?" Arkan ingin membantah namun tidak bisa karena alasan itu mutlak. Mereka baru pulang dari perjalanan ja

