Memasang raut wajahnya agar seolah-olah ia tidak mendengar apa yang baru saja Rea ceritakan kepada Mbok Darmi. “Sayang, Mama cari ke kamar, nggak tahunya kamu ada di sini,” sapa Diana dengan senyum lembutnya. Rea melepaskan pelukannya pada Mbok Darmi dan kembali memasang raut wajah jutek dan dinginnya. Membuat Mbok Darmi menghembuskan napasnya pelan. Tahu apa artinya. “Nona, Mbok ke belakang dulu, yah? Nanti kalau sudah matang, akan Mbok bawakan ke sini,” pamit Mbok Darmi yang ingin ke dapur dan memasak makanan kesukaan Rea. “Iya, Mbok. Nanti aku makan di dapur aja, kayak biasanya. Sama kuenya jangan lupa, Mbok,” pinta Rea kepada Mbok Darmi. Mbok Darmi juga berpamitan pada Diana yang terdiam melihat perubahan ekspresi wajah Rea. Perbedaan yang sengat kentara antara sikap putrinya

