Rea menutupi tubuh bagian depannya dengan kedua tangannya. Sembari melotot tajam ke arah Kean. “Ngapain masih di situ? Cepat keluar!” teriak Rea kesal. Kean tersentak dan segera berbalik, lalu menutup pintunya. Bersandar di pintu kamarnya, sambil memegangi dadanya yang berdetak kencang. Pasalnya, baru kali ini Kean melihat seorang perempuan hanya memakai handuk seperti Rea. Karena Kean memang tidak seperti Andre yang sedikit ‘nakal’ dengan banyak gadis yang mendekatinya. “Gila! Bisa-bisanya dia mandi di kamar gue. Hm, bikin kerjaan gue aja,” gumam Kean seraya melirik ke bawah. Sambil menghembuskan napasnya kasar, Kean menuju ke kamar mandi tamu untuk membersihkan tubuhnya. Setelah Kean pergi. Rea lantas terduduk lemas di sofa di dekatnya. Terlalu terkejut melihat Kean yang di p

