"Makanya lain kali itu hati-hati, ini masih untung cuma luka doang gak sampai dijahit. Gimana kalau sampai geger otak? ini juga masih mending kaki lo terkilir doang, gimana kalau sampai patah?" Agatha memutar bola matanya malas merasakan kupingnya yang hampir terbakar mendengar celotehan Andra yang tiada hentinya sejak ia siuman dari pingsannya hingga kini saat Andra membantu memapah Agatha untuk memasuki rumah menuju kamarnya. Ia selalu mengulang kalimat yang sama tanpa henti. "Awww susah," rintih Agatha saat harus menaiki anak tangga dengan kondisi kaki yang sudah di gips. Tanpa mengatakan apapun Andra langsung menggendong Agatha dan membawanya menaiki anak tangga terlihat tidak kesulitan sama sekali menuju kamar Agatha. Agatha mengulum senyum menerima perlakuan Andra, meskipun ia teru

