Mella dan Amanda saling menatap satu sama lain, mereka menahan tawanya. Adam sempat melirik ke arah para gadis itu saat bersembunyi di balik etalase. Dia juga berjuang menahan tawanya agar tak keluar dari mulutnya.
"Umm, baiklah. Kak Tante, mau beli apa?" tanya Jonas.
"Kak Tante, dibilang panggil Kakak aja, lihat dong dandanan saya sudah gaul gini juga. Saya pakai semua model terbaru dari AKlambe," ucapnya menunjuk dirinya sendiri dengan bangga sambil berputar.
Wanita itu memang berdandan seperti remaja, kaus warna hitam dan celana jeans yang ketat itu malah menunjukkan lemak di perut dan pahanya yang berlipat. Anta memaksakan diri menganggukkan kepala dan tersenyum.
"Adam ke mana ya, kan saya maunya dia yang melayani saya?" tanya wanita itu.
"Lagi antar barang," sahut Jonas berbohong.
"Antar barang? Sejak kapan kalian terima antar barang? Masa seorang bos antar barang, sih?" keluhnya.
"Oh, tadi Bos Adam itu, anu ke mana ya, apa sama pacarnya ya," ucap Jonas mencoba berbohong.
"Sama pacarnya? Perasaan jelek deh pacarnya, cantik aku, ya kan?" Wanita itu menyombongkan diri di hadapan Jonas dan Jojo serta Amanda dan Mella.
Semuanya hanya menatap dengan terdiam.
"Cantikan saya, kan? Kok pada diem aja? Eh, kalian berdua tau yang namanya Adam kan?" tanya wanita itu pada Amanda dan Mella yang menjawab dengan anggukan kepala.
"Nih, perkenalkan nama saya Angela, calon pacarnya Adam yang sebentar lagi mungkin aja jadi calon istrinya," ucapnya tersenyum seraya mengulurkan tangannya pada Amanda dan Mella.
"Idih, mimpi kali nih orang," celetuk Mella.
"Mel," ucap Amanda elirik ke arah Mella.
"Saya tunggu Adam datang ya," ucap wanita itu.
"Duh, gimana ini, ya? Bos Adam itu datangnya masih lama, mending pulang aja, nanti balik lagi sekitar dua apa tiga jam lagi, ya!" pinta Jonas dengan suara mulai meninggi kali ini.
"Hmmm ... lama juga ya, nanti riasan saya keburu luntur pas Adam datang," gumamnya.
"Nah, itu ada garis halus mulai muncul, ada jerawat juga, mending Kakak perawatan dulu di salon seberang sana biar tambah awet muda, saya yakin Kakak umurnya pasti sekitar 25 tahun, ya?"
Jonas mencoba membuat wanita itu senang.
"Ah, masa sih? Kamu tahu aja kalau saya masih umur segitu," ucapnya.
"Pret!"
Mella tak sengaja mencibir wanita itu. Semua mata memandang ke arahnya.
"Duh, maaf ya aku kentut," sahut Mella mencoba berbohong.
"Ih, jorok banget kamu! Jadi cewek itu harus paham tata krama," cibir wanita itu seraya melirik ke arah Mella dengan tatapan tajam.
Setelah itu, wanita bernama Angela itu memilih pergi.
"Lho, aku nggak bisa lihat bayangan dia di cermin ini," ucap Amanda yang terlihat cemas kala berbalik badan menatap cermin hiasan dengan motif naga yang menempel di dinding toko tersebut.
"Apaan sih, Kak? Aku bisa lihat punggung jelek ibu itu, kok," sahut Mella.
"Si nenek tua itu udah pergi, kan?" tanya Adam yang muncul dari tempat persembunyiannya.
"Udah barusan," sahut Jonas.
"Aku takut kalau aku beneran nggak bisa lihat bayangan dia di cermin," ucap Amanda lirih mencoba menegaskan.
"Kamu salah lihat kali, udah nggak usah dipikirin," ucap Adam mencoba menenangkan gadis itu.
Tak lama kemudian datanglah beberapa pengunjung yang melihat dan membeli beberapa pakaian yang mereka inginkan.
Mendadak kemudian, terlihat beberapa warga berlari melintas seraya berseru, "ada yang mati!"
Jonas membuka pintu toko lalu menghentikan salah satunya untuk bertanya.
"Pak, ada apa kok rame begitu?" tanya Jonas.
"Ada yang mati, katanya kerampokan."
Pria itu kembali berlari menuju tempat kejadian perkara. Beberapa meter dari toko Adam, terlihat kerumunan warga sedang mengamati sesuatu. Mella langsung penasaran melihat ke tempat kejadian perkara. Amanda awalnya takut tetapi dia akhirnya menyusul Mella. Adam dan karyawannya juga ikut penasaran sampai mengunci pintu toko sementara.
Mereka berusaha masuk ke dalam kerumunan tersebut sampai bisa melihat apa yang sedang para warga amati.
Sampai akhirnya, keduanya melihat sosok wanita yang tengah terbaring bersimbah darah. Di bagian tubuhnya terdapat beberapa tusukan benda tajam.
Ada tusukan di d**a, samping pinggang bahkan bagian perut yang terlihat menganga. Usus wanita itu mengintip ke luar dari permukaan kulitnya.
"Itu kan Tante Angela yang tadi di toko," ucap Jonas.
"Nggak, bggak mungkin, nggak mungkin kejadian. Aku nggak mau punya kemampuan seperti ini," gumam Amanda yang mundur perlahan beberapa langkah sampai ke luar dari kerumunan itu.
Amanda hendak berlari menjauh. Ketakutan menghinggapinya kala dia menyadari bakat penglihatan yang dimilikinya semakin aneh. Setelah mampu melihat makhluk tak kasat mata, kini dia bisa melihat para manusia yang akan menjemput ajal.
"Kamu kenapa, Manda?" tanya Adam menepuk bahu gadis itu.
Amanda memeluk Adam dengan erat, tubuhnya terasa gemetar.
"Ibu itu meninggal, Ibu yang tadi bayangannya nggak bisa aku lihat di cermin. Aku takut Mas, aku nggak mau tau tentang kematian seseorang!" pekik Amanda seraya menangis.
"Kamu salah kali, itu cuma halusinasi kamu aja," ucap Adam seraya mengusap rambut gadis itu dengan penuh kasih sayang.
"Ini sudah sering terjadi, Mas. Kemarin aku juga lihat bayangan Anggi tak ada di cermin sebelum dia mati," tegas Amanda.
"Udah, udah, udah, nggak usah dipikirin lagi ya. Aku antar kamu pulang aja dan anggap nggak pernah terjadi segala penglihatan kamu tadi," ucap Adam melepas pelukan Amanda.
Mella, Jonas, dan Jojo lalu mengikuti Adam dan Amanda menuju toko pakaian
Sesampainya di toko, gadis itu dikejutkan dengan sosok mengerikan milik wanita bernama Angela tadi.
Amanda melihat sosok Angela yang masih berdiri di depan etalase toko AKlambe milik Adam. Hantu wanita itu berbalik badan kemudian menatap Amanda. Tubuh bagian depannya bersimbah darah. Apalagi bagian perutnya yang terdapat luka menganga dengan sedikit usus halus menyembul ke luar.
"Astagfirullah, bukannya itu Tante yang tadi?"
Amanda yang ketakutan menunjuk ke arah hantu Angela saat tiba di depan toko milik Adam.
"Kamu ngomong apa, sih?" tanya Adam.
"Kamu kenapa, ada hantu, ya?" tanya Jojo penasaran.
Pria gemulai itu curiga kalau tatapan Amanda seperti sedang melihat makhluk tak kasat mata.
"Kamu bisa lihat hantu, ya?" tanya Jojo lagi.
Amanda masih tak bisa menjawab. Dia bersembunyi di balik punggung Adam. Perlahan hantu Angela mendekat dan merasuk ke dalam tubuh Amanda. Gadis itu langsung jatuh tetapi Mella dan Jonas langsung sigap memegangi gadis itu.
"Waduh Kak Amanda kenapa, nih?" tanya Mella dengan panik.
Amanda langsung tertawa menyeringai. Gadis itu seperti orang yang kerasukan dan bukan dirinya sendiri.
"Jangan-jangan dia seorang gadis yang memiliki iga jarang," ucap Jojo.
"Emang kenapa kalau iga jarang?" tanya Adam.
"Konon katanya jika orang yang memiliki iga jarang-jarang, paling gampang kerasukan atau kemasukan arwah hantu yang masih gentayangan," sahut Jojo.