Niken terbangun dari tidurnya begitu dia mendengar suara mobil Fahri memasuki garasi rumahnya. Dia langsung beranjak berlari membuka pintu rumah untuk mempersilahkan Fahri masuk. "Sayang kamu belum tidur ?" Tanya Fahri saat melihat Niken berdiri diambang pintu. Niken tidak mengeluarkan sepatah katapun saat melihat Fahri. Dia memperhatikan Fahri dari atas sampai bawah, pakaiannya berantakan, begitupun dengan penampilannya. Niken langsung memasuki rumah meninggalkan Fahri, dia menuju ke dapur untuk membuatkan Fahri teh hangat dan memasak air panas untuk Fahri mandi. "Sayang ...... " Fahri memeluk Niken dari belakang. "Saya minta maaf, saya ...... " Fahri menghentikan kata-katanya ketika melihat jari Niken terbalut hansaplas. "Jari kamu kenapa ?" Tanya Fahri meraih jari Niken. "Ta

