BERTEMU SHINTA

1322 Kata

Niken masih belum bisa memejamkan matanya meski kantuk sudah menyerang dirinya. Berkali-kali dia melihat jam dinding yang tertempel di sudut kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 23.30 tapi Fahri belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang. Tidak biasanya Fahri pulang selarut ini. Sebanyak apapun pekerjaan Fahri maximal maghrib dia pasti sudah sampai rumah. Jam operasional pabrik dari jam 8-4 sore. Dan jika sampai maghrib itu sudah jam lembur ya g "Jangan mikir aneh-aneh, ingatlah Shinta juga ikut andil dalam biaya operasimu. Jika tidak ada Shinta kamu mungkin belum bisa operasi sampai sekarang." Kata ibu sore tadi masih terngiang-ngiang di fikiran Niken. Iya Niken bukan hanya khawatir tentang Fahri yang belum pulang, tapi dia lebih khawatir tentang keberadaan Fahri dengan Shinta. Dulu Ni

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN