Niken masih belum bisa memejamkan matanya meski kantuk sudah menyerang dirinya. Berkali-kali dia melihat jam dinding yang tertempel di sudut kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 23.30 tapi Fahri belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang. Tidak biasanya Fahri pulang selarut ini. Sebanyak apapun pekerjaan Fahri maximal maghrib dia pasti sudah sampai rumah. Jam operasional pabrik dari jam 8-4 sore. Dan jika sampai maghrib itu sudah jam lembur ya g "Jangan mikir aneh-aneh, ingatlah Shinta juga ikut andil dalam biaya operasimu. Jika tidak ada Shinta kamu mungkin belum bisa operasi sampai sekarang." Kata ibu sore tadi masih terngiang-ngiang di fikiran Niken. Iya Niken bukan hanya khawatir tentang Fahri yang belum pulang, tapi dia lebih khawatir tentang keberadaan Fahri dengan Shinta. Dulu Ni

