Setelah menyelesaikan sarapan dan berpamitan dengan orang rumah Fahri beranjak meninggalkan rumah mengendarai mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi. Di lampu merah tanpa sadar mobilnya berpapasan dengan Niko. "Abang kok beloknya ke kiri ? Bukannya kalau ke pabrik itu lurus ya jalannya ? Mau kemana dia ?" Tanya Niko pada dirinya sendiri. Fahri sudah sampai ditempat tujuannya. Ternyata di sebuah rumah kecil diujung gang di sudut kecil kota Solo. Dia turum dari mobilnya sambil membawa kantung plastik bertuliskan tokomart. Niko masih berada di dalam mobil saat dia melihat Fahri turun dan memasuki rumah bercat abu tua itu. Fahri mulai memasuki rumah di depannya dan Nikopun mengikutinya pelan. "Abang ..... " Niko mengepalkan tangannya ketika dia melihat seseorang yang Fahri temui. Dia ada

