Chapter. 11

1208 Kata
Happy Reading ......... Roy membawa ke dua anak nya masuk ke dalam Mansion, di ruang tamu ada ibu dan juga istrinya. "Selamat sore." Sapa Roy sembari mencium tangan ibunya kemudian dia mencium istrinya namun wajah Inez sangat mendung sore ini karena kejadian barusan. "Bagaimana keadaan mu bu?!" Tanya Roy, ibunya ini sudah cukup umur namun masih saja suka berkeliling negara akan tetapi Roy tidak bisa melarangnya. "Ibu sehat Roy, ibu hanya butuh cucu-cucu ibu saja." Roy tersenyum mendengar perkataan sang ibu walaupun dulu ibunya tidak merestui hubungannya dan juga Inez namun sekarang ibunya sudah mulai bisa menerima Inez terlebih karena dia sangat menyayangi cucu-cucunya. "Kapan James kembali?" Tanya Hammera ibu Roy kepada sang anak. "Nanti Roy hubungin James lagi Mah. Karena anak itu sepertinya memang sibuk sekali dengan pekerjaannya." "Anak itu, Inez kamu harus menegur James. Umurnya sudah 25 tahun tapi dia tidak pernah mengenalkan kekasihnya kepada kita." Inez menghela nafas, dia tidak ingin membantah perkataan ibu mertua nya tersebut. Namun Inez juga tidak ingin memaksakan anak nya untuk segera menikah. Inez ingin James menikmati masa-masa mudanya dengan tenang terlebih dahulu dan jika dia sudah siap barulah dia bisa menikahi wanita pilihannya. Roy melihat istrinya yang merasa tidak nyaman dengan perkataan ibu nya. Ibunya selalu saja begini, mengatur siapa yang akan menjadi istri cucu nya seperti dia mengatur Roy dahulu. Di sisi lain seorang gadis berjalan dengan anggun keluar dari bandara, kaki nya yang jenjang serta kulitnya yang putih di tambah dengan rambut panjangnya membuat semua orang yang ia lewati terpesona dengan keanggunan serta kecantikannya. Beberapa orang mencibir karena pakaiannya yang super ketat dan pendek namun hal itu tak ia pedulikan. Dia langsung masuk ke dalam taxi yang sudah menunggunya, melihat ke arah luar ini adalah ke empat kalinya dia berkunjung ke indonesia. Sebenarnya dia bekerja di Swiss sebagai model, untuk beberapa fashion, majalah dan lainnya. Hari ini dia ingin bertemu dengan seseorang yang sudah lama menghilang dan tidak pernah memberikan nya kabar setelah pertemuan terakhir mereka. Dia berharap jika pria itu tidak melupakan nya walaupun ini sudah dua tahun terlewat kan. Mengenang pertemuan pertama mereka membuat gadis tersebut tersenyum, di matanya dia memiliki harapan bahwa mereka akan memiliki sebuah hubungan yang istimewa. "Sudah sampai non." Instruksi dari supir membuat nya tersadar dia menatap mansion mewah yang ada di hadapan nya ini. Jika dia sudah menjadi nyonya di rumah ini ia yakin bahwa harta warisan yang akan ia Terima pasti banyak. "Terima kasih Pak." Kemudian dia berjalan sembari menyeret koper miliknya, di depan gerbang ada satpam yang menjaganya. "Nona Rexa, selamat datang. Kapan anda tiba?!" Tanya satpam tersebut dengan antusias saat melihat wanita bernama Rexa tersebut. "Baru saja pak, apakah James ada?" Tanya Rexa dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya. "Tuan James tidak ada di mansion saat ini, beberapa hari lalu dia pergi untuk perjalanan bisnisnya." "Begitu ya." Wajah Rexa langsung berubah setelah mendengar bahwa James tidak ada di mansion."Kalau begitu saya masuk dulu ya pak." Satpam itu mengangguk dia membantu Rexa membawa koper nya. Tidak lama setelah Rexa masuk ke dalam mansion, sebuah mobil mewah masuk ke dalam halaman mansion. Satpam langsung berlari memabukkan pintu untuk orang tersebut dan ternyata ia adalah James. "Selamat datang kembali tuan." Sambut nya dengan James membuat James tersenyum. "Terima Kasih Pak, apakah Mommy ada di rumah?" Tanya James "Ada Tuan." James langsung masuk ke dalam mansion jam menunjukkan pukul 8 malam, dia berangkat dari bandung sore tadi. Dia tiba di bali sudah sejak lama namun James memilih untuk beristirahat di apartemen nya sejenak sebelum kembali ke mansion keluarga Smith. "Kak James!" Teriak Bella yang terlebih dahulu menyadari kedatangan sang kakak, Bella langsung memeluk James dengan erat. James membalas pelukan sang adik beberapa hari ini terlewat kan begitu saja tanpa mendengar ocehan adik nya ini. "Kenapa kakak lama sekali." Mata gadis itu berkaca-kaca."Damian selalu menganggu Bella." Aduan Bella membuat Damian yang duduk di sebelah ayah nya langsung menunduk, dia takut kepada James. "Sudah-sudah nanti kakak akan berbicara kepada Damian." Bella memeluk James, tanpa melepas kakaknya. Keduanya duduk, James tidak memperhatikan jika ada seorang wanita yang sejak tadi terus menatapnya. "Dimana Mom?" Tanya James, Mata Roy langsung menatap anaknya itu. Musuh terbesar Roy adalah anaknya sendiri karena James selalu saja mencari perhatian istrinya padahal dia sudah dewasa. "Dia di kamar sejak sore tadi karena Bella memecahkan pot bunga kesayangan Mommy!" "Kok Bella sih, kan itu salah kak Damian!" Protes Bella tak Terima dengan tudingan Damian. "Kamu yang menjatuhkan bunga itu!" Kata Damian dia tidak mau di salahkan toh Bella yang menyenggol nya dan membuat Mommy mereka marah. "Pot bunga?" "Bungan kesayangan Mom jatuh, itu adalah bunga yang Dad beli untuk hadiah Mommy." James terdiam, dia tahu bunga ini. James menghela nafasnya dengan kasar, kemudian dia hendak pergi dari ruang tamu karena ingin menemu ibunya yang tengah marah. "Jamas mau kemana?" Tanya Roy melihat tanak sulungnya itu tidak melihat tamu yang datang untuk nya. "Mau menemui Mommy." Jawab James dengan wajah polosnya membuat Roy terdiam begitu juga dengan yang lain. Roy tidak habis pikir apakah James tidak melihat Rexa gadis dengan tubuh semampai itu bahkan tak terlihat oleh anaknya. "Kamu tidak lihat?" Tanya Roy yang membuat James kebingungan dengan pertanyaan Daddynya. "Sejak tadi Rexa berada di sana. Apa kamu tidak menyadarinya?" Mata James langsung tertuju ke arah wanita bernama Rexa tersebut. Wajah James langsung berubah dingin, dia menatap Rexa dengan tidak minat. "Ada keperluan apa?!" Tanya James dengan dingin, Bella, Damian dan Roy memilih untuk pergi dari ruang tamu. Meninggalkan James dan juga Rexa berada di sana, James duduk di sofa lain yang berhadapan langsung dengan Rexa. Mata Rexa berkaca-kaca mendengar pertanyaan dingin dari seorang yang ia cintai. "Aku hanya ingin berkunjung dan ingin tahu bagaimana kabar mu." Jelas Rexa, dia merasa jaraknya dan juga James sangat jauh. "Kamu mungkin lupa, tapi banyak media yang memberitakan bagaimana kabar ku. Kenapa harus jauh-jauh dari Swiss hanya untuk menemui ku." Rexa terdiam mendengar penjelasan Jame, dia bisa merasakan jika James muak dengan keberadaan nya. "Tentu saja media memberitahu nya, termasuk berita jika kamu sudah mulai berkencan dengan gadis lain!" Ada nada cemburu yang terselip di kata Rexa. James terdiam, dia mengingat Ayana yang ia tinggal di Bandung tanpa memberitahu kan bahwa dia kembali ke Bali. Tapi mengingat jika Ayana tak nyaman dengan keberadaan nya membuat James terdiam lagi memikirkan kesalahannya. "Jika urusan mu sudah selesai kamu bisa pergi dari sini besok pagi. Aku akan memanggil bibi untuk menyiapkan kamar untuk mu!" Lalu James berjalan meninggalkan Rexa sendirian di ruang tamu. Dia memanggil bibi untuk menyiapkan kamar untuk Rexa. Jika mengingat gadis itu membuat emosi James memuncak, bagaimana tidak dulu dia dan Rexa memang satu universitas saking dekatnya dia dengan gadis itu mereka sering di sebut sebagai pasang idaman di Universitas. Namun James tidak pernah menanggapi nya sedangkan Rexa gadis itu baper dan mulai semena-mena dan mengatakan jika ia dan James sering tidur bersama yang membuat James marah karena reputasi nya rusak. Lebih parahnya kesalahan yang sangat fatal yang di lakukan oleh Rexa adalah, gadis itu dengan sengaja membuat Adiknya Bella mengalami kecelakaan. James mengetahuinya namun orang tuanya tidak tahu, oleh sebab itu James sangat kecewa dengan Rexa. Dia sudah menganggap gadis itu sebagai adiknya namun ternyata hal itu tidak cukup untuk Rexa. "Harusnya aku tidak pulang tadi!" Gumam James sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur. .........
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN