SERIGALA BERHATI MUTIARA.
Masih terlintas dalam bayangan
Sepenggal cerita tragedi jalanan
Semarang kota di tahun 99
Sang serigala berbagi kebajikan
Waktu itu teringat dalam benak ku
Tampak sepasang kaki melangkah tanpa henti
Dengan baju kumalya
Pak tua menyusuri trotoar kota.
Kumpulkan botol bekas tuk penuhi karungnya
Mentaripun mulai meninggi
Sepasang kaki tampak sesekali terhenti
Seakan rasa lelah mulai menghampiri
Apalagi sejak pagi perut belum terisi
Perlahan lelaki tua meraba kantong bajunya
Mengeluarkan uang recehan yang tak seberapa
Lalu kembali mengayun langkah
Menuju warung sebelah
Braaaaaak.....
Tiba tiba tragedi itu melanda
Pak tua tersambar mobil mewah entah milik siapa
Karena mobilnya lari dan pak tuapun tergeletak sendiri.
Meski darah berkucuran
Namun tak satupun pengguna jalan
Yang datang berikan pertolongan
Seolah itu hanya sebuah tontonan
Tak lama datang seorang pemuda
Namun sayang penampilanya kayak mafia
Rambutnya panjang tak beraturan
Berjaker kulit hitam kecoklatan
Berkalung rantai berwarna perak
Dan bercelana bolong bolong
Iapun menghampiri tubuh situa
Yang tergeletak seakan mati
Kemudian berdiri
Dengan tongkat besi
Iapun memaksa sebuah mobil untuk berhenti
•Bang antarkan korban ini berobat atau mobilmu ku buat seperti mayat"
Seru pemuda itu
Sambil mengayun tonkat besi kearah mobil ini
Pak sopir hanya bisa menunduk mengikuti
Membawa korban kerumah pengobatan
Bersama pemuda liar
Bag serigala jalanan
Waktu terus berlalu
Tampak si liar setia menunggu
Tubuh lelaki tua di rumah sakit itu
"Mas ini resepnya "
Sahut sicantik perawat rumah sakit
Pemuda itu terdiam
Ketika melihat angka dikertas yang diterimanya
Tertulis 203 ribu jumlahnya
Entah kenapa
Pemuda itu pergi begitu saja
Tanpa sepatah kata ditinggalnya
Hingga membuat sicantik gelengkan kepal
Tak lama siliar kembali
Jaket sepatu juga celana tak di kenakan lagi
Hanya berkaos dan celana pendek sekali.
Juga tanpa alas kaki
Rupanya semua melayang di tukang loak
Demi uang untuk menutup angka yang dilihatnya
Menebus obat selamatkan si tua.
Kini semua telah berlalu
Keduanya bersalaman penuh haru
Berpisah dan melangkah
Melanjutkan perjalanan yang beda arah.
"Dik rumahmu mana ?
Begitu sepatah kata dari situa
Sambil menatap pemuda penolongnya
Yang baginya
Biarpun berpenampilan serigala
Namun berhati mutiara..
"Rembang pak"
Jawab pemuda itupun singkat
Kemudian melompat
Keatas bak truk yang berjalan lambat
Keduanya telah pergi
Namun tiada yang tahu siapa pemuda ini
Meski berandalan tapi baik hati
#kisahnyata
Oleh Rinduwan Pancur