SRIGALA BERHATI MUTIARA

369 Kata
SERIGALA BERHATI MUTIARA. Masih terlintas dalam bayangan Sepenggal cerita tragedi jalanan Semarang kota di tahun 99 Sang serigala berbagi kebajikan Waktu itu teringat dalam benak ku Tampak sepasang kaki melangkah tanpa henti Dengan baju kumalya Pak tua menyusuri trotoar kota. Kumpulkan botol bekas tuk penuhi karungnya Mentaripun mulai meninggi Sepasang kaki tampak sesekali terhenti Seakan rasa lelah mulai menghampiri Apalagi sejak pagi perut belum terisi Perlahan lelaki tua meraba kantong bajunya Mengeluarkan uang recehan yang tak seberapa Lalu kembali mengayun langkah Menuju warung sebelah Braaaaaak..... Tiba tiba tragedi itu melanda Pak tua tersambar mobil mewah entah milik siapa Karena mobilnya lari dan pak tuapun tergeletak sendiri. Meski darah berkucuran Namun tak satupun pengguna jalan Yang datang berikan pertolongan Seolah itu hanya sebuah tontonan Tak lama datang seorang pemuda Namun sayang penampilanya kayak mafia Rambutnya panjang tak beraturan Berjaker kulit hitam kecoklatan Berkalung rantai berwarna perak Dan bercelana bolong bolong Iapun menghampiri tubuh situa Yang tergeletak seakan mati Kemudian berdiri Dengan tongkat besi Iapun memaksa sebuah mobil untuk berhenti •Bang antarkan korban ini berobat atau mobilmu ku buat seperti mayat" Seru pemuda itu Sambil mengayun tonkat besi kearah mobil ini Pak sopir hanya bisa menunduk mengikuti Membawa korban kerumah pengobatan Bersama pemuda liar Bag serigala jalanan Waktu terus berlalu Tampak si liar setia menunggu Tubuh lelaki tua di rumah sakit itu "Mas ini resepnya " Sahut sicantik perawat rumah sakit Pemuda itu terdiam Ketika melihat angka dikertas yang diterimanya Tertulis 203 ribu jumlahnya Entah kenapa Pemuda itu pergi begitu saja Tanpa sepatah kata ditinggalnya Hingga membuat sicantik gelengkan kepal Tak lama siliar kembali Jaket sepatu juga celana tak di kenakan lagi Hanya berkaos dan celana pendek sekali. Juga tanpa alas kaki Rupanya semua melayang di tukang loak Demi uang untuk menutup angka yang dilihatnya Menebus obat selamatkan si tua. Kini semua telah berlalu Keduanya bersalaman penuh haru Berpisah dan melangkah Melanjutkan perjalanan yang beda arah. "Dik rumahmu mana ? Begitu sepatah kata dari situa Sambil menatap pemuda penolongnya Yang baginya Biarpun berpenampilan serigala Namun berhati mutiara.. "Rembang pak" Jawab pemuda itupun singkat Kemudian melompat Keatas bak truk yang berjalan lambat Keduanya telah pergi Namun tiada yang tahu siapa pemuda ini Meski berandalan tapi baik hati #kisahnyata Oleh Rinduwan Pancur
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN