Bu Gyta; wali kelas Laili hanya bisa memandang punggung Laili yang masih saja naik turun. Seharian ini, Laili hanya menangis dan menangis. Bahkan ia tidak mau makan, minum pun hanya sedikit sekali. Sejak tahu dirinya hamil, Laili murung. Entah apa yang dipikirkannya, hingga tak mau bersuara. Sedari tadi hanya meremas-remas perutnya dengan gemas, sambil sesegukan. "Masih belum mau makan, Bu?" tanya perawat yang kebetulan visit pagi ini. "Belum, Sus, sudah dari semalam," jawab Bu Gyta terlihat sedih. "Kenapa tidak hubungi keluarganya saja?" "Laili melarang saya, ada masalah keluarga, Sus." "Oh, ya sudah. Mbak Laili, dimakan buburnya ya, kasian bayinya," pesan suster pada Laili sebelum suster pamit keluar ruang perawatan sederhana. "Saya lebih kasihan lagi kalau dia lahir, Sus. Mau sa

