Pagi ini juna bangun lagi – lagi dengan kondisi kepala yang pening, dan menyadari bahwa kali ini dia tidak terbangun dikamarnya. Melainkan di kamar asistennya, olivia. Dia sangat kenal dengan kamar yang satu ini. Mencoba mengingat kembali tentang kejadian semalam. Rasanya seperti ada wangi oliv yang sangat menempel di indera penciumannya. Dan tiba – tiba terlintas kejadian ciuman panas mereka semalam. “Tapi dimana oliv ? Apa semalam hanya mimpi ?” batinnya. Olivia sengaja bangun lebih awal pagi ini, dia memutuskan untuk tidak melarikan diri seperti kemarin. Dia membeli bubur didepan dan dua gelas kopi untuk makan paginya bersama juna. Tadi pagi saat bangun olivia sengaja tidak membangunkan juna, setelah bangun dia menyadari bahwa mereka benar – benar tidak memakai sehelai benang pun. Dan

