Aku melihat Ian yang masih duduk di dalam mobilnya sambil memainkan ponselnya. Aku tidak perlu bertanya-tanya mengapa dia tak segera mengendarai mobilnya untuk pulang sementara teman-temannya yang lain sudah. Dia masih menemaniku walau dari jarak yang jauh. Kebiasaan itu tidak bisa hilang. Meskipun kami tidak saling bicara hari ini, dia tidak mau melihatku menunggu sendirian di lapangan parkir. Aku melihat mobil ibuku datang, dan saat aku menoleh ke tempat Ian, dia sudah menyalakan mobilnya dan mengendarainya keluar dari area sekolah. Aku berlari menuju ibuku karena tak tahan dengan cuacanya yang sangat dingin. “Bukankah itu tadi mobil Ian?” tanya Ibu. “Ya,” jawabku sambil memakai sabuk pengaman. “Kalian masih belum berbaikan?” Ibu mengendarai mobilnya keluar dari area sekolah. “Kur

