“Hari ini kau akan menjenguknya lagi?” tanya Sarah. Aku mengambil buku di loker, menutup pintunya, lalu menoleh ke Sarah yang menyandarkan sebelah bahunya pada loker di sampingnya. “Ya, untuk mengantarkan bunga itu. Kenapa?” “Kau belum menceritakan apa yang kau katakan pada ayah Jonathan kemarin hingga kau diusir oleh salah satu orangnya.” Aku diam sejenak. “Hanya beberapa hal yang pernah dikatakan Jonathan padaku sebagai Dominic,” kataku. “Bukankah lebih sulit menemuinya di dunia ini ketimbang di alam mimpimu itu?” kata Sarah dan tertawa. Aku tahu dia mencoba membuat lelucon dari itu, dan aku hanya bisa menanggapinya dengan tertawa getir karena apa yang dikatakannya memang benar. Bahkan baru-baru ini, aku menginginkan mimpi itu kembali lagi dan aku tidak akan pernah bangun hanya karen

