Bab 70 Selamat membaca. Aku berlari mendorong brankar, hati ini di liputi perasaan cemas dan khawatir. Air mata menetes kian deras dari pelupuk mata, menangisi keadaan Libeen yang semakin memburuk. Semua orang berlari dengan cemas, sampai akhirnya brankar berhenti tepat di depan ruang operasi. "Maaf, Bu. Dilarang masuk," ucapan salah satu dari beberapa perawat mengingat kan, saat kaki ini hendak menerobos masuk kedalam ruang operasi itu. Kami semua berhenti, ada yang duduk di kursi tunggu, ada juga yang berdiri bersandar di tembok. Kemarin, Libeen sudah memperlihatkan kondisi kesehatan nya yang berangsur membaik, sudah bisa berjalan-jalan setelah dua hari terbaring lemas dan mengeluh sakit di kepala yang sangat hebat. Dari yang di jelaskan mama nya, Libeen baru stadium dua, dan baru k

