Bab 89 Selamat membaca. Ini adalah hari ketujuh semenjak meninggal nya Syakira, setelah melawan leukemia akut selama empat bulan. Farell terduduk lemas di dalam kamar, tak sanggup rasanya menghadiri tahlilan yang di adakan di masjid. Dia bangkit, lalu mendekati ayunan rotan yang di dalam nya ada malaikat kecil titipan Tuhan untuk nya. Perlahan dia angkat bayi perempuan berhidung mancung itu dalam dekapan nya, lalu menghujami dengan cekupan hangat. "Kamu sangat mirip dengan ibu mu, Nak. Ayah janji akan selalu menjaga dan menyayangi mu dengan sepenuh hati." Lirih Farell, setitik air mata meleleh di sudut mata biru nya. d**a nya naik turun menahan sesak yang memenuhi rongga pernapasan nya. Dia ayun bayi itu dalam dekapan nya, lalu membuka pintu dan membawa bayi itu keluar kamar. Terlih

