Selamat membaca. "Tadi, emm. Allea abis nyari toilet, Mas. Gak keburu bilang lagi sama Mas," jawaban yang membuat ku melongo. Kenapa dia tidak berbicara jujur saja kalau dia habis menolong orang? Gue tersenyum lalu mengajak nya berjalan-jalan melihat ke dalam Puri Petitenget yang sakral ini. Saat pertama masuk, gue merasa ada aura yang berbeda di dalam Puri ini. Meski banyak orang dan masih siang, kesakralan tempat ibadah ini masih terasa begitu nyata. Gue melarang Allea menyentuh semua yang dia lihat, termasuk bagian lain pura selain dari lantai yang di injak. Walaupun gue gak percaya sama hal-hal mistis yang di luar nalar, tapi ada baik nya kita tetap menghormati budaya leluhur suku ini. "Kenapa?" Tanya dia saat gue larang dia menyentuh beberapa sesajen yang ada di atas nampan di d

