Bab 68 Selamat membaca. Dua jam perjalanan darat, akhirnya mereka tiba di depan gerbang sambutan kabupaten Biak. Masuk lebih dalam lagi ke daerah hutan yang lumayan terpencil, di samping kanan kiri nya hanya pepohonan yang menjulang tinggi ke langit. Sampai di sebuah gedung sederhana dengan papan besar bertuliskan "KANTOR KEPALA DESA BIAK" mereka berhenti dan turun dari mobilnya. Di pandangi sekeliling nya yang hanya ada pohon-pohon menjulang tinggi, dan suara jangkrik yang saling sahut menyahut. "Bagaimana Allea dan kedua anak ku bisa bertahan hidup di hutan seperti ini?" Tanya Farell pelan, tapi masih terdengar jelas di telinga Syakira. Wanita hamil itu mendengus, lalu membuang wajahnya ke sembarang arah. Syakira yang terlihat sholehah pun punya hati dan perasaan yang akan sakit apa

