Bab 92 Selamat membaca. "Allea," Farell kaget begitu membuka pintu rumah nya, ada Allea dan empat orang lain nya berdiri tepat di hadapan nya. Begitu pula nyonya Renata, beliau sampai menutup mulut nya saat melihat siapa yang pagi-pagi bertamu ke rumah mereka. "Selamat pagi, Nyonya Renata. Apa kabar?" Tanya Allea sungkan, sedangkan yang di tanya masih memandang takjub pada kedua anak kecil yang ada di belakang Allea. Setelah di persilahkan tuan rumah, mereka berempat pun masuk kedalam rumah yang membuat hati Allea terenyuh. Rumah itulah yang pernah menjadi tempat bernaung nya selama beberapa tahun menjalin rumah tangga bersama Farell. Farell masih belum bisa mengendalikan diri, bahkan dia mengabaikan sapaan canggung yang Allea lontarkan, kaki nya bergetar dan keringat dingin mulai m

