Bab 47 Selamat membaca. Sudah sebulan semenjak kepergian Allea, Farell masih berharap Tuhan akan mempertemukan nya dengan sang istri yang sedang hamil besar dan tinggal menghitung Minggu kelahiran anak mereka. Semua jadwal penerbangan sudah di cari nya, dari pulau Jawa sampai ke ujung Sumatera. Ratusan pesuruh dia kerah kan hanya untuk mencari keberadaan istri nya yang sedang di landa kekecewaan mendalam. Farell pun kaget dan sampai tak sadar kan diri saat mendengar langsung cerita pilu yang selalu di sembunyikan keluarga nya. Kejadian naas berujung petaka yang berkepanjangan. Cerita yang bahkan dia sendiri tak ingin mendengar nya lagi, sungguh dia benci pada dirinya sendiri. Sudah hampir gila Farell memikirkan masalah yang tak jua menemukan titik terang. Sudah habis segala upaya dia

