Chapter 25 "Mark, bangunn," Hana menepuk-nepuk pipi sang suami yang masih tertidur dengan pelan. Ini udah agak siang sih, makannya Hana ngebangunin Mark. Tapi suaminya itu ga bangun terus--Hana curiga Mark training mati karena tidur melulu. Mana tidurnya sambil meluk Hana, dia kan jadi ga bisa ngapa-ngapain. "Markk," Hana menepuk-nepuk pipi Mark sekali lagi, dia belum mau nyerah sampe Mark bangun. Sumpah. Masalahnya ini udah agak siang dan perut Hana laper. "Markana sayangg, bangun." "Emh?" dipanggil sayang aja baru nyaut ini orang. Sialan. "apa sayang?" Mark menggucek matanya dengan sebelah tangan, sedangkan tangan satunya masih setia memeluk tubuh istrinya. Imut banget gila! Apalagi pas Mark mengedipkan matanya ketika menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata. Kalo udah begini, Ha

