24

2625 Kata

Chapter 24 "Udah ga usah nangis," Mark berkata begitu sembari menepuki pundak istrinya. Sesekali lelaki itu menciumi pucuk kepala Hana. "kita cuman pindah apartemen aja kok." "Tapi kan apartemen gua juga banyak kenangannya," Hana mengelap air mata yang membasahi pipinya. Dia lalu menatap Mark sebel. "lagian kenapa sih kita kudu pindah?" Mark menghela napasnya, berusaha agar enggak ngegas menghadapi Hana yang mulai menyebalkan. Emang sih, pas Honeymoon Mark menyuruh bawahannya buat mindahin barang-barang Hana ke apartemennya. Biar pas balik Hana enggak perlu pindahan terlalu banyak. Eh tapi pas tau harus pindah, Hana malah berkaca-kaca. Padahal Mark pikir Hana bakal lebih seneng karena pindahke apartemen yang lebih besar, tapi ternyata enggak. "Hana, kalo aku yang pindah ke apartemen k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN