Teman Lama

1581 Kata

26. Teman lama Suara getaran ponsel yang tersimpan di tas Inaya menyadarkannya dari lamunan panjang. Ia kesal pada dirinya yang sering melamun sejak dia bercerai dengan Fadhil. Inaya menghirup nafas panjang dan melepaskan secara perlahan sebelum menjawab panggilan telepon dari Wulan. “Hallo, Ma.” “Kamu dimana Nak? Sudah sampai belum? Kenapa tidak mengabari mama?” suara Wulan terdengar sangat cemas di seberang sana. “Naya sedang dalam perjalanan ke rumah, Ma.” jawab Inaya. “Apa perlu dijemput? Harusnya sudah dua jam yang lalu kamu sampai kan?” “Naya tadi tidak langsung pulang, makan dulu di bandara. Mama gak usah khawatir, Naya masih tau jalan pulang kok.” ujar Inaya berbohong. “Kamu baik-baik saja kan, Nay?” Wulan bertanya lagi, masih ada rasa cemas di nada suaranya. “Naya baik ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN