Jasmine baru saja masuk ke Zaraya Butik untuk mencari Zara. Ia menerobos beberapa karyawan di sana, yang menyapa dengan senyum ramah. Begitu masuk ke ruang kerja temannya, ia mendapati ruang kosong tanpa seorang pun. Tapi terdengar suara gemericik air samar-samar dari restroom. Pasti Zara sedang di toilet, begitu pikir Jasmine. Ia duduk di sofa merah, menyandarkan punggung yang terasa linu. Pekerjaan terasa makin menumpuk tak ada habisnya. Gadis itu melirik sebuah benda persegi mirip toples di atas meja, mungkin milik Zara. Kebetulan yang bagus, isinya adalah permen karet. Jasmine sedang merasa hidupnya sangat penat dan pahit, ia perlu asupan manis. Tanpa menunggu persetujuan pemilik, ia sudah meraih sebiji permen karet dan mengunyahnya dengan penuh semangat. "Tunggu!" pekik Zara

