11.12 PM Apartemen Jasmnie Jasmine baru saja melepas sepatu dan menanggalkan cardigan merah muda ke sofa. Ia memijat leher sekilas, berusaha menghilangkan rasa pegal yang menyerang. Sebuah lengan merengkuhnya dari belakang. Membuat Jasmine menggelinjang kaget. Ia menoleh terkejut. Lengan kokoh Zayn masih bersarang menyentuh leher Jasmine dari belakang. Wajah mereka begitu dekat. Sampai tak terasa begitu bibir Zayn menyentuh bibir Jasmine dengan ciuman. Jasmine ingin menjauh, tapi lehernya masih terkunci. Ia harus menunggu Zayn melepaskannya. "Lepaskan aku, Zayn!" protes Jasmine. Perlahan Zayn mengendurkan pelukan dan membebaskan tubuh Jasmine. "Maaf, Jess ... aku merindukanmu." "Kupikir kau tak akan datang lagi." Sepertinya Jasmine salah bicara. Zayn tersenyum

