"Lepaskan aku!" pekik Jasmine berusaha meloloskan diri. "Aku suka kau cemburu padaku, Jess. Tapi aku benci bila kau tak percaya padaku lagi." Ucapan Zayn membuat Jasmine membeku. Benar, kini ia mulai meragukan perasaan dan kesetiaan Zayn. Apa yang pernah terjadi pada kisah cinta Jasmine dan Kay dulu, cukup memberinya pelajaran berharga. Agar tidak mempercayai siapapun juga. Meski ia kekasih atau keluarga sekali pun. Jasmine tak mau terjebak untu kedua kalinya. Ia pernah jatuh hati pada pria yang salah. Dan tak mau lagi mengulangi hal sama. "Kau punya segalanya Zayn. Segalanya. Sedangkan aku, aku hanya seseorang yang telah banyak kehilangan. Aku hanya tak ingin merasakan kehilangan lagi. Atau malah dicampakkan!" Jasmine menahan tangis batinnya. "Kau pikir aku sanggup kehilanganmu, S

