Naufal tersenyum melihat isi pesan yang baru saja di kirim oleh istrinya. Isi pesan itu membuat Naufal menggigit bibirnya gemas. “Mas, Aiza Sudah di tempat parkir, ingat! Mas jangan kemana-mana dulu, kalau enggak Aiza ngambek, emot sedih(.” Uh, percayalah jika Aiza saat ini di depannya di pastikan pipi gembul itu yang akan menjadi korban cubitannya. Sungguh ia tak bisa menahan rasa gemas dengan tingkah istrinya itu. Naufal juga sedikit heran, entah kenapa beberapa hari ini, Aiza sangat manja padanya. Biasanya pada malam hari, Naufal dulu yang lebih berinisiatif memeluk dan sekarang Naufal melongo tak percaya dengan sikap Aiza tadi malam yang ingin di peluk erat tepat kepala istrinya itu di ketiaknya. Ia Sudah katakan jika ketiaknya pasti bau tapi, istrinya itu tetap bersikeras untuk mele

