Extrapart II Kabar bahagia Mahal na mahal kita *** Aiza mengamati setiap sudut ruangan, rumahnya tampak sepi. Setelah selesai kuliah, ia langsung pulang sesuai amanah dari suaminya. Ia mengaduk-aduk makanan di hadapannya. Nafsu makannya saat ini benar-benar hilang. Sungguh seumur hidup ia tidak pernah makan sendirian. Dirinya merasa bosan jika hanya duduk, makan dan tidur saja. Badannya terasa kaku jika tidak melakukan banyak hal, sebenarnya ia ingin melakukan semua itu, tapi karena perintah suaminya yang melarang itu semua, membuat ia tidak bisa berkutik. Aiza hanya bisa mengangguk terpaksa saat amanah itu diberikan, menandakan jika ia setuju dengan perintah itu semua, padahal dalam hati ia ingin membantah tapi ia tidak punya hak untuk membantah bukan, Aiza tahu ini demi kebaikannya.

