"Sayang, aku berangkat ya?” "Iya Mas …” Mendengar teriakkan yang berasal dari dapur, Naufal pun melangkahkan kakinya ke sana. Naufal menatap tak suka melihat Aiza yang memegang spatula. "Sayang, kan Sudah aku bilang, pekerjaan ini biar Mbok aja yang mengurusnya, Mbok mana? Biar aku pecat saja, tak pernah becus mengurus dapur." Naufal mengamati sekitar, mencari salah satu pelayannya itu. Aiza mendengus, lalu memegang kedua lengan suaminya. "Mas ... tatap Aiza!” Naufal pun menatap Aiza begitu lama. "Mbok di belakang Mas, Aiza hanya menaruh di tempat asalnya. Aiza tidak memasak Mas.” Naufal mengerang, sambil menutup kedua matanya. "Sayang ... Aarrgghhh …” Aiza seketika panik, ia memegang tangan Naufal. "Mas, kenapa?” "Kamu membutakan aku, kenapa kamu cantik sekali sayang?” Pipi Aiz

