Rayhan memperhatikan Aira yang tengah melahap mie dengan semangat, kayak orang nggak pernah makan mie setahun. Setelah insiden didalam mobil yang susah payah ia ciptakan supaya bisa romantis harus hancur begitu saja gara-gara istrinya yang mengeluhkan lapar. Tapi ia tidak marah, malah seneng banget liatin Aira yang lagi makan, apalagi yang dimakan adalah hasil masakannya. “Lapar ya, Ra?” Aira mengangguk semangat. “Enak banget, Mas. Baru kali ini aku makan mie seenak ini.” Aira kembali memasukan mie kedalam mulutnya. Rayhan terkekeh. “Bisa aja kamu, orang bumbunya juga sama kayak biasanya. Itu kan mie instan, Ra.” Aira menggeleng. “Beda. Mie nya kayak ada manis-manisnya gitu.” Kali ini Rayhan tergelak, kemudian mengusap sisa kuah mie yang belepotan di bibir Aira dengan tangannya. “Pela

