Waktu terus berjalan, tidak terasa kandungan Aira sudah menginjak tujuh bulan. Dan selama itu pula Rayhan selalu menjadi suami siaga. Pernah suatu hari Aira ngidam pingin makan masakannya Satria sama Vino, dan itu terjadi pada tengah malam. Rayhan sudah berusaha untuk membujuk istrinya supaya menunggu besok pagi, tapi istrinya tetap tidak mau, keinginannya harus di penuhi saat itu juga. ‘Ya Salam, anak gue hobby banget ngerjain bapaknya.’ begitulah kiranya isi hati Rayhan. Akhirnya dengan berat hati dan mata setengah ngantuk ia pergi mendatangi Vino dan Satria. Dua lelaki itu tidak serta merta mau mengikuti Rayhan, harus debat dulu baru mau berangkat. Orangtua Satria memang mengizinkan, walau awalnya di landa kebingungan karena Rayhan yang bertandang tengah malam, sedangkan Vino udah pasti

