Sore ini rencananya Aira akan kembali ke pesantren, dan Rayhan diminta untuk mengantarkannya, untung saja hari itu bertepatan pada hari libur, jadi dia tidak bekerja. Kalau pengumuman kelulusan Rayhan juga sudah keluar, dan nilainya alhamdulilah diatas rata-rata. Rayhan juga sudah mendaftar di Universitas yang sama dengan istri dan kakaknya, begitupun dengan teman-teman strongnya, yang tidak di sangka ternyata juga mendaftar di Universitas yang sama. “Mau balik jam berapa?” Rayhan mengamati Aira yang tengah sibuk mengecek barang-barangnya. “Nanti kalau sudah siap. Kamu nggak ngajakin Nabila sekalian?” “Emang harus?” Rayhan menjawab malas, kayak rada nggak ikhlas gitu. “Ya harus dong, dia Kakak kamu juga lho.” Rayhan berdecak kemudian merebahkan diri diatas kasur. “Kamu kenapa sih,

