Part 23

1227 Kata

Setelah semuanya siap, Rayhan membantu Aira memasukan barang-barangnya ke dalam mobil. “Yah, Bun. Pamit ya, do’ain aku semoga tholabul ‘ilmi nya diberi kelancaran.” “Amin. Bunda sama Ayah nggak pernah absen do’a in kamu, Ra.” Aira tersenyum kemudian meraih tangan kedua orangtuanya bergantian, setelahnya ia mencium pipi Ayah dan Bundanya. “Udah ah, masa udah nikah masih manja gini.” Aira tidak memperdulikan perkataan Aiayah, ia malah memeluk wanita paruh baya itu semakin erat, bahkan ia sendiri menahan air matanya yang hendak jatuh. “Jangan nangis lho ya, udah berapa lama kamu di pesantren? Masa tiap kali balik nangis terus, nggak malu sama Zahra, dia aja kalau balik semangat banget.” Aisyah mengusap punggung anaknya dengan sayang. Zahra memang sudah kembali ke pesantren dua hari yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN