“Ya. Ke ruangan Pak Remy. Sekalian kita akan melihat seperti apa istri beliau,” jawab Bu Sinta dengan suara lirih dan senyum penasaran. Deg! Jantung Vino berdebar tak karuan. ‘Bukannya istri Pak Remy seharusnya Nona Dona? Bagaimana bisa jadi Nesia yang menikah dengan Pak Remy? Sial! Apakah dia sudah menjual tubuhnya untuk itu untuk Pak Remy?’ berbagai pikiran buruk membanjiri kepala Remy. “Setengah jam lagi aku tunggu kamu, Vino.” Bu Sinta lantas bergegas meninggalkan Vino yang masih terbengong dengan perasaan yang dia sendiri tak bisa artikan. Marah, cinta dan benci yang tak bisa dibendungnya dengan baik, membuat wajahnya memerah tanpa terkendali. “Pantas saja dia ngotot putus denganku dan tidak mau menunggu restu Ibu. Rupanya dia sudah punya laki-laki lain?” gumam Vino dengan geram d

