PINTU YANG TERKETUK

1209 Kata

“Apa?” Lukas berseru karena terkejut luar biasa. Remy menatap Lukas dengan tatapan kesal sekaligus tak percaya dengan reaksi Lukas. “Reaksimu terlalu berlebihan, Lukas.” Remy mengingatkan akan sikap Lukas yang memang berlebihan. Padahal selama ini, kedua lelaki itu sama-sama terkontrol sikapnya. “Maaf, Tuan. Ini … ini sungguh mengejutkan saya,” ujar Lukas dengan gugup. Remy tersenyum masam. “Jangankan kamu, Lukas. Aku sendiri juga tak menyangka bahwa tubuhku akan menunjukkan reaksi yang aneh ketika tanpa sengaja aku bersentuhan dengannya." Remy berkata dengan sedikit heran. Nada suaranya tetap datarm dingin bahkan tanpa ekspresi. Lukas bingung harus berkata apa dan bagaimana menyikapi hal ini. Ada hal yang melegakan dalam hubungannya dengan Remy terkait ikatan persaudaraan tak menyena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN